Bengkulu Siapkan Layanan Kesehatan untuk Antisipasi Gangguan Akibat Asap

BENGKULU - Fasilitas kesehatan dan tenaga medis disiapkan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu untuk mengantisipasi kenaikan gangguan pernapasan dalam kondisi kabut asap, dengan puskesmas serta rumah sakit diminta siap melayani masyarakat.[14]
Dilansir detikSumbagsel, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bengkulu Edriwan Mansyur pada 20 Oktober 2026 menyatakan kasus ISPA Januari–September 2026 tercatat 15.961, namun peningkatannya tidak terlalu signifikan.[14]
Dinkes juga akan mendistribusikan masker dan terus mengedukasi warga mengenai cara menjaga kesehatan, sementara warga yang mengalami batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak napas diminta segera mendapatkan pemeriksaan.[14]
Untuk mengurangi paparan, Edriwan menyarankan penggunaan masker ketika berada di luar rumah dan pembatasan kegiatan luar ruangan apabila asap semakin pekat, serta menutup pintu maupun jendela ketika udara memburuk.[14]
Masyarakat turut diimbau tidak membakar sampah, pekarangan, atau lahan karena aktivitas tersebut dikhawatirkan memperparah kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan di tengah kondisi kabut asap.[14]
Kredit foto: Foto: Ilustrasi ISPA (Ricdwan Abbas Bandaso/detikSulsel).[14]
Sources:
[14] https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8715252/kasus-ispa-di-bengkulu-melonjak-dinkes-minta-warga-waspadai-kabut-asap — Kasus ISPA di Bengkulu Melonjak, Dinkes Minta Warga Waspadai Kabut Asap